Campak Meningkat, Apa yang harus dilakukan???

Penulis :

Nurlaela, SKM.,M.Kes
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) dan
Bidang Litbang & KesMasy di Loga-Loga Institute (LOGIS) Malut

 

BEBERAPA hari ini, masalah kesehatan penyakit campak terus diberitakan, baik media cetak maupun media online, dikarenakan terjadi peningkatan kasus, sebelum membahas lebih jauh apa yang perlu dilakukan, kita perlu mengetahui apa itu penyakit campak.

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Infeksi Morbilivirus, salah satu virus dari family paramyxovirus. Penyakit ini sudah ada sejak sejak berabad-abad yang lalu serta penyakit ini dahulu telah mewabah di seluruh dunia. Setelah vaksin di temukan dan layanan kesehatan semakin berkembang, kasus campak mulai menurun namun tetap perlu di waspadai.

Bagaimana campak bisa menular ke orang lain terutama pada bayi atau anak. Penyakit campak ini penularannya secara langsung melalui percikan air liur dari orang yang terinfeksi, misalnya saat bersin atau batuk, selain melalui droplet, karena virus campak ini juga dapat bertahan di suhu udara atau dapat menempel pada benda selama kurang lebih dari dua jam, sehingga seseorang juga beresiko tertular campak bila menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus.

Siapa saja yang beresiko terkena penyakit campak : orang-orang yang memiliki riwayat belum pernah di vaksinasi campak, terutama pada anak-anak, anak-anak yang mengalami malnutrisi atau kurang gizi, dan anak anak yang Kekurangan vitamin A.

Saat ini di Maluku Utara, adanya kenaikan kasus atau kondisi Campak yang saat ini mewabah terdapat beberapa faktor, antara lain : menurunnya cakupan vaksinasi campak selama pandemi COVID-19 dan adanya peningkatan penolakan vaksin campak serta kesulitan ekonomi efek dari pandemi juga cukup nyata terjadi dan membuat beberapa anak mengalami kekurangan gizi. Hal ini menyebabkan sistem imun anak tidak bisa bekerja secara optimal untuk melawan penyakit tersebut, Kunjungan posyandu rendah karena pembatasan sosial sehingga pemantauan tumbuh kembang status gizi tidak dipantau dengan baik.

Yang dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit campak sehingga terjadi penurunan angka kejadian kasus penyakit, yakni antaralain :
1. Pencegahan campak pada anak yang paling efektif adalah dengan vaksin campak. Vaksin ini bertujuan untuk membuat sistem imun tubuh anak mengenali virus campak, sehingga bisa cepat memberikan perlawanan bila terpapar virus tersebut. Pemberian vaksin campak juga bertujuan untuk memutus rantai penularan infeksi ini.
2. Melakukan perilaku hidup bersih, misalnya perilaku cuci tangan pakai sabun setiap melaksanakan aktifitas dengan menggunakan tangan.
3. Menjaga kesehatan anak dan meningkatkan asupan gizi anak dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A, misalnya produk hewani yang mengandung vitamin A seperti : Ikan makarel atau salmon, Minyak hati ikan kod, Hati ayam, Keju, Telur, Susu dan pada tanaman seperti Ubi jalar, Labu, Sawi, Wortel, Paprika merah, Bayam, Mangga, Brokoli, Melon
4. Keaktifan ibu-ibu untuk membawa anaknya ke posyandu guna memantau status gizi anak di setiap bulannya, sehingga anak-anak tetap sehat dan tidak menjadi gizi kurang atau gizi buruk.
5. Mengoptimalkan layanan kesehatan di sekolah guna menjaga kesehatan anak serta upaya pencegahan terhadap penyakit
6. Mendorang pembentukan jejaring kemitraan Pencegahan dan pengendalian penyakit, antara Dinas Kesehatan sampai Puskesmas dengan institusi Pendidikan kesehatan seperti Fakustas Kesehatan Unibrah dan Institusi Pendidikan kesehatan lainnya dalam mendorong percepatan penurunan kasus campak melalui aktualisasi nilai-nilai tridharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian fokusnya pada kegiatan kesehatan secara umum dan Penyakit Campak pada khususnya.
7. Bila ada anak-anak yang sakit segera bawa ke fasilitas kesehatan guna mendapat pertolongan.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *